Thursday, January 3, 2008

Screw it, Let’s do it.


Screw it, Let’s do it.
By: Richard Branson

Published by Virgin Books, London

@2006

*************************************


Buku setebal 204 halaman ini mengisahkan tentang pekerjaan dan kiat – kiat sukses yang dianut oleh Sir Richard Branson, CEO dari Virgin Group. Dalam buku ini, Richard menceritakan tentang awal mula dia bekerja, menghasilkan uang dengan usahanya sendiri, hingga akhirnya dia memiliki beberapa perusahaan besar bernama Virgin, yang solid hingga kini.

Richard Branson lahir pada tahun 1950. Pada umurnya yang ke 16, dia menerbitkan majalah student. Sebenarnya dia mengalami kelainan disleksia. Membaca dan menulis adalah hal yang sulit baginya. Namun guru – gurunya menganggap bahwa dia malas. Masa itu merupakan masa-masa di mana dia benar-benar berusaha keras menunjukkan pada guru-gurunya bahwa dia mampu melakukan sesuatu. Karena itu dia berusaha keras menghafalkan pelajaran apapun yang dia dengar. Dia membuktikan kerja kerasnya dengan memenangkan lomba menulis dan menjadi pengelola majalah Student.

Sejak itu, ide-idenya cemerlangnya mulai bermunculan. Lucunya, ide yang mungkin dianggap orang lain sebagai ide yang aneh itu ternyata dapat direalisasikan, hanya saja dalam waktu yang cukup lama. Dia memiliki sikap yang proaktif. Dia percaya dengan cita – cita dan dia berusaha keras mencapai sasaran-sasarannya. Dia mengerjakan apa pun sebaik mungkin dan dengan sepenuh hati. Saya akan membagikan sedikit mengenai apa yang dia tuliskan dalam buku ini.

Richard mensistemasikan prinsip-prinsipnya menjadi 9 poin yaitu:
1. Kerjakan saja!..
2. Bersenang-senanglah!...
3. Jadilah pemberani...
4. Tantang diri sendiri...
5. Berdiri di atas kaki sendiri...
6. Nikmati setiap detik Anda...
7. Hargai teman dan keluarga...
8. Bersikap hormat...
9. Berusaha berbuat baik...

Buku ini memang terlihat berat apablia kita mellihat covernya saja :D But don’t judge a book by it’s cover, right? Ternyata setelah saya baca, buku ini cukup asyik. Buktinya, saya bisa membacanya sekali habis tanpa perpanjangan waktu. Padahal biasanya saya paling tidak bisa melakukan hal itu, karena sambil nyambi.

Tiap bab berisi cerita dan pengalaman Richard serta kata-kata wejangan singkat mengenai bagaimana kita menghadapi situasi ataupun pekerjaan. Buku ini juga menceritakan keputusan-keputusan yang dia ambil dalam beberapa peristiwa yang dia hadapi, dimana tidak semuanya benar. Akibat dari kesalahannya, dia harus menanggung resiko kegagalan. Namun dia tetap berjuang dan maju.

Dia juga menghadapi berbagai tantangan. Misalkan saja saat dia berada di angkasa dengan balon angkasa bersama temannya, yang pada akhirnya teman tersebut loncat ke laut dan meninggalkannya sendirian di balon terbang. Dia nyaris kehilangan nyawanya, namun atas usahanya yang keras, dia berhasil selamat. Dia juga menceritakan sikapnya yang berani menghadapi tantangan. Dia terbuka atas usul apa pun dan itu yang membuatnya maju. Itu pula yang menyebabkan dia setuju untuk mencoba mesin terbang temuan Richard Ellis (yang akhirnya meninggal karena temuannya tersebut). Percobaannya terhadap mesin ini mengakibatkan tangannya terkena luka bakar dan dia pun mengalami shock.

Dia juga menceritakan tentang reality show yang dibuatnya, “The Rebel Billionaire”. Tentang bagaimana dia menguji para peserta, apa yang menginspirasi dia untuk membuat ujian tersebut. Unik sekali saat dia menceritakan bahwa suatu hari dia mengalami hari yang sangat sibuk. Dia menumpangi sebuah taksi yang sopirnya terus berbicara, mengajak dia berbincang-bincang. Padahal saat itu dia sedang mempelajari dokumen-dokumennya. Namun dia tetap bersabar dan menanggapi dengan baik sopir tersebut. Sopir tersebut mengajak Richard ke rumah ibunya dan ingin memperkenalkan Richard pada ibunya. Richard sempat menolak namun akhirnya dia setuju, dengan berat hati. Saat tiba di rumah ibunya, si sopir tersebut kemudian mempersilahkan Richard turun dan membukakan pintu taksinya. Richard sangat terkejut ketika mengetahui bahwa sopir tersebut tidak lain ialah Phill Collins, penyanyi yang terkenal dengan salah satu tembangnya, “You’ll be in my heart”. Hal inilah yang menginspirasi dia dalam menguji peserta “The Rebel Billionaire”

Banyak kisah dan pengalaman lain yang dia ceritakan di sini. Buku ini sangat menarik, ringan di baca, dan cukup menginspirasi pembacanya, terutama bagi mereka yang menginginkan perubahan. Terakhir, saya ingin sisipkan pesan dari Richard untuk para pembaca:

“Sebuah perjalanan ribuan kilometer harus diawali dengan langkah pertama. Apabila terlalu mencemaskan yang tampak di seberang sana, termasuk jarak sangat jauh yang membentang di depan Anda, juga bahaya yang mungkin Anda hadapi, bukan mustahil Anda tak pernah jadi mengambil langkah pertama. Dan apa pun yang ingin Anda raih dalam hidup, apabila Anda tidak berusaha, Anda tidak akan pernah mendapatkannya. Maka ambil langkah pertama Anda. Tantangan pasti banyak. Sesekali Anda mungkin harus tersandung, tetapi pada akhirnya, Anda akan menikmati buahnya. Semoga sukses!

Richard Branson”


No comments:

Post a Comment

Hi!! Thank you for visiting my blog. I am very excited to read your comments. Make yourself at home.