Tuesday, January 8, 2008

Dia Mendengar

Akhir-akhir ini saya memiliki banyak sekali masalah. Masalah-masalah yang dahulu tak pernah terpikirkan akan saya hadapi dan akan saya lewati, sekarang sepertinya semua berada di depan saya. Beragamnya masalah ini sepenuhnya memang karena saya yang memulainya. Tapi dari semuanya ini, saya menjadi sadar bahwa Tuhan mendengar.

Beribu-ribu kali saya dengar dan beribu-ribu kali pula saya merasa tahu, bahwa Dia mendengar doa saya, bahwa Dia memperhatikan saya dan bahwa Dia mengamati setiap tindakan saya. Bukan saja doa, saya pun sering mengetahui bahwa Tuhan selalu mendengar apa yang saya katakan, membaca apa yang saya tulis dan melihat apa yang ada jauh di dalam hati saya. Namun baru di saat seperti inilah saya menyadari bahwa itu fakta. Itu bukan main-main.

Saya segera memohon ampunan Tuhan karena telah menantang Dia. Bukan dalam arti harafiah mengurang-ajari Dia, namun saya pernah merasa bahwa saya sanggup melakukan apa pun. Saya sanggup menghadapi apa pun. Saya wanita tegar dan kuat. Tidak ada apa pun yang membuat saya kalah. Tidak ada apa pun yang bisa membuat saya putus asa. Namun saya salah.

Memang saya kuat, tapi saya kuat karena ada Dia. Memang saya sanggup melakukan apa pun, tapi itu karena ada Dia. Memang saya semangat dan tidak mudah putus asa, tapi lagi-lagi itu pun karena ada Tuhan. Di saat yang cukup menggembirakan dan sedikit sedih ini, saya jadi sadar akan hal itu. Dia membuat segalanya berjalan dengan baik, dan akhir-akhir ini saya menjauh dari-Nya.

Pada mulanya saya cukup terpukul dengan kejadian ini. Saya benar-benar berat pikiran dan pusing sekali—bahasa gaulnya: stress. Beberapa menit yang lalu, sebelum saya menulis posting ini, saya masih benar-benar seperti orang gila (sekali lagi bukan dalam arti harafiah). Namun setelah saya berbicara dengan beberapa orang (thanks to Honey and Angel), dan setelah tiba-tiba saya diberi coklat oleh Ce Jessie :), saya membaik. Saya jauh lebih tenang dibanding sebelumnya. Kata-kata mereka benar-benar menguatkan. Tuhan pasti bantu. Walaupun ini memang kesalahan saya, namun Tuhan pasti mau direpotin lagi untuk membantu saya melewati semua ini dan menemani saya melewati jalan ini hingga saya selamat sampai tujuan. Seorang kawan yang baik pernah berkata pada saya, “Keputusan apa pun yang kamu ambil, asal Tuhan berada di pihak kamu, keputusan kamu pasti benar.” Saya memegang kata-katanya. Saat ini, saya hanya memohon agar Tuhan selalu ada di pihak saya.

Ada satu hal yang saya pelajari dari pelatihan yang Tuhan beri kali ini,
“Tuhan mendengar dan melihat apa pun yang terjadi dan apa pun yang ada di dalam hati kita. Dia menguji kita dengan berbagai macam ujian. Tapi dia memberi kita kekuatan dan penghiburan bagi kita untuk melewatinya.”
**********************
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
(Filipi 4:13)


1 comment:

~ jessie ~ said...

Ka.. you can do better than this... keep in the spirit, you have me if you need me.

Post a Comment

Hi!! Thank you for visiting my blog. I am very excited to read your comments. Make yourself at home.