Sunday, January 20, 2008

Berkat dari Surga


Berkat dari Surga

Kemarin merupakan hari yang cukup berkesan buat saya, bukan karena saya mendapat mobil mewah, juga bukan karena saya mendapat uang dari langit.

Saya akhir-akhir ini sering meminjam buku dari salah satu persewaan buku di Surabaya. Hal ini saya lakukan supaya selain membaca buku-buku yang saya beli sendiri, saya dapat menghemat uang dengan menyewanya, agar saya dapat mengupdate blog saya secara periodik.

Kebetulan sekali adik saya juga ingin mencari satu buku cerita tentang basket (dia sangat menyukai basket) dan dia bersedia menemani saya mengembalikan buku yang saya pinjam. Sayangnya, saat kami pulang, tiba-tiba hujan. Saya dan dia naik sepeda motor dan pastinya kami akan basah.

Kami berdua menepi dan adik saya mengambil jas hujan dari jok sepedanya. Dia hanya menemukan satu stel jas dan celana hujan. Saya menyarankan dia untuk menggunakannya dan saya menawarkan diri untuk menggunakan jaket tebal anti air yang dia gunakan. Saya melakukan hal itu dengan pertimbangan bahwa saya duduk di belakangnya sehingga kemungkinan untuk saya terkena air hujan lebih kecil dibanding dia yang berada di depan saya menjadi “tameng’ saya.

Dia bersikeras untuk menggunakan jaketnya dan memaksa saya menggunakan jas hujan yang lengkap tersebut. Dia bahkan membantu saya menggunakan jas hujan tersebut dan memasang zipper dan kancingnya satu persatu. Saya lalu berpikir dalam hati, “Nah, sekarang siapa yang menjadi adiknya.”

Peristiwa itu menyadarkan saya bahwa adik saya sudah bertumbuh dewasa. Setelah bertahun-tahun saya selalu berusaha melindunginya dan berada di belakangnya untuk mensupport dia, saat itu saya malahan merasa, justru dia yang melindungi saya. Tiba-tiba saya teringat akan puisi yang dia buat saat dia berusia 7 tahun. Puisi yang selalu saya simpan di kamar saya tersebut selalu melembutkan hati saya saat saya ingin protes atau marah padanya. Demikian isi puisi yang ditulis dengan tulisan tangannya:
Kakakku

Kakakku yang baik
Kakakku senang sekali mengajak saya belajar dan menyanyi
Kakakku yang baik kalau tidak bisa belajar tidak dimarahi

Kakakku yang pintar
Kakakku rajin ia ingin menjadi juara dan mendapat ranking
Kakakku ingin naik kelas dan ingin menjadi pandai

Kakakku suka menolong
Kakakku sangat baik ia suka menolong orang
Kakakku juga suka menolong teman

Kakakku tidak pernah membolos
Kakakku anak yang pandai tidak pernah membolos
Kakakku suka ke sekolah

Kakakku tidak pernah mencontek
Kakakku belajar di rumah dengan rajin
Kakakku belajar dengan rajin
Puisi ini dibuatnya pada hari Sabtu, tanggal 26 Agustus 1995.

Setiap saya membacanya, saya selalu ingin menangis karena terharu. Well, jadi ini semua bukan hanya karena saya diberi uang bermilyar-milyar, bukan karena saya dihadiahi rumah mewah, tetapi karena saya dikaruniai seorang adik dari surga. I love you ma bro...


4 comments:

~ jessie ~ said...

Waaaaa... touche!!! Kapan dedekku bikinin aku puisi kayak gitu ya???

Tha..^^ said...

cha....sangat mengharukan huhuhuhu....
dd yang baek..
mau di gade'in ke gw ngga cha?
wekekekekekekeke....(ketawa nenek sihir)

William said...

hi icha, salam kenal ya :).

Mel said...

wah... senangnya punya adek yang baik banget gt... ehhehe...

Post a Comment

Hi!! Thank you for visiting my blog. I am very excited to read your comments. Make yourself at home.