Tuesday, December 18, 2007

A Letter For My Mom

A Letter For My Mom
By Icha

Tangan itu mulai berkerut
Sinar mata itu sudah dihalangi sebuah kaca
Rambut putih mulai bermunculan dan...
Badan itu mulai rapuh

Namun, apakah yang kulihat ini?
Tangan yang berkerut itu masih kuat menopang
Tangan yang berkerut itu masih mampu membuat masakan-masakan yang lezat
Tangan yang berkerut itu masih mampu bercocok tanam
Tangan yang berkerut itu masih mampu menciptakan keajaiban di rumah kami

Sinar mata itu di balik kaca itu tak pernah padam
Sinar mata itu selalu hangat
Sinar mata itu tak pernah menunjukkan rasa lelah
Sinar mata itu tak berhenti menerangi jalanku

Rambut itu menunjukkan kebijaksanaan
Semakin bertambah banyak
Semakin bertambah bijak
Semakin menunjukkan berapa banyak kasih yang dia berikan

Badan yang mulai rapuh itu
Seringkali menunjukkan ketidak mampuan
Namun dia masih mampu berdiri
Masih mampu menemaniku pergi
Masih di sana bersanding dengan cintanya

Senyum itu tak pernah pudar
Semangat itu tak pernah pupus
Kasih sayang itu tak pernah gersang
Hati itu tak pernah penuh
Menghadapi diriku yang rumit dan kusut

Siapakah dia....
Sosok yang selalu mendengar keluh kesahku
Sosok yang selalu ada di sana untukku
Sosok yang selalu ada dalam hatiku

Mom, you are everything
Walaupun buruk diriku
Tanpa kekecewaan kau menerimaku
Tanpa imbalan kau mengasihiku
Tanpa keluhan kau membesarkanku
Air mata ini tak akan cukup menceritakan kisahmu
Senyuman ini tak akan cukup menggambarkan cintamu
Tulisan ini tak akan cukup menghiaskan indahmu

But mom,
Whatever they may say
I just want you to know
Yesterday I loved you so much
Today I love you very much
Tomorrow I will love you more

May God blessed you always
May His hand hold you tight
And never let you go
May His angels surround you
Giving you love and happiness

Happy Mother’s Day dear my beloved Mom


No comments:

Post a Comment

Hi!! Thank you for visiting my blog. I am very excited to read your comments. Make yourself at home.