Thursday, August 9, 2007

Me? Nervous?

Curious with that title? don't be... Actually what i mean is, tommorow i'll have a toefl test... wakakaka.... and that quite bother me. why? because i don't know what to prepare... :) The last time i took the test, my TOEFl was very bad! So... now i'm kinda afraid of it.

Hasil tes TOEFL itu akan menentukan apakah acara wisuda ku akan dapat dilaksanakan (aku harap aku bisa diwisuda next year at march) atau tidak. So, aku masih agak sedikit trauma dengan hasil yang tes sebelumnya, di mana saat itu, hasilnya kurang 17 poin dari yang ditargetkan.

Well..sepertinya aku memang perlu berusaha lebih keras lagi untuk mendengarkan apa yang disampaikan oleh moderator. Maklum, bekal pendengaran yang aku punya ini memang kurang baik...(tapi kalo ada orang berjualan es krim dari gang sebelah, aku pasti langsung bisa dengar wakaka..). So, selain mempersiapkan hatri da pikiran, sepertinya aku juga perlu mempersiapkan pendengaran dan otak. Pendengaran untuk mendengar. Otak, tentu saja untuk berpikir. Selain itu, aku juga perlu mempersiapkan tubuhku, supaya besok bisa fit menghadapi tes itu.

Bicara tentang TOEFL test, sepertinya semua teman sejurusanku dan mungkin seangkatanku, juga sedang ribut membahasnya, terutama bagi mereka yang mengurus wisuda. Why? karena itu adalah salah satu syarat yudisium yang harus dipenuhi supaya bisa di wisuda. Beberapa orang berpendapat bahwa hal ini tidak perlu dilakukan, tapi beberapa juga beranggapan kalau hal ini perlu.

Mereka yang menganggap kalau hal ini tidak perlu dilakukan beranggapan bahwa tes TOEFL bisa dilakukan dengan tidak jujur, atau bahasa gaulnya
saling contek menyontek. Slain itu juga ga menutup kemungkinan demi membantu temannya lulus tes ini, mereka nekad untuk menggantikan posisi teman tersebut. Sehingga dalam kata lain, yang di tes bukan orang yang sebenarnya, melainkan Bunga (nama samaran).

Berbeda dengan mereka yang setuju dengan adanya test ini. Mereka semakin bersemangat untuk maju dan memperbaiki diri. Melatih dan mengembangkan diri mereka, dengan harapan agar dapat bekerja di tempat yang lebih prestise atau lebih baik tingkatannya dengan bermodalkan bahasa yang satu ini.

Akibatnya dapat dilihat sendiri. Yang berat hati semakin berat pula kemampuannya (untuk meningkat) dan yang ringan hati semakin ringan pula kemampuannya (untuk diangkat). But tidak semuanya mutlak. Ada juga individu yang memang mampu namun tidak mau menguji kemampuannya, mereka lebih memilih untuk melatih diri mereka sendiri tanpa menggunakan tes tertentu. Disamping itu mereka juga mungkin mendapatkan kenaikan sesuai dengan yang mereka harapkan.

Semua tergantung pada sikap, I think. Bagaimana sikap kita terhadap sesuatu, itu juga yang menentukan hasil dari apa yang telah kita lakukan.

Regards,

Squid


No comments:

Post a Comment

Hi!! Thank you for visiting my blog. I am very excited to read your comments. Make yourself at home.